Capaian Kinerja Bea Cukai Kediri 2018 dan Tingkatkan Penerimaan Cukai Tahun 2019

INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA KEDIRI-Penerimaan Bea Cukai Kediri tuhun 2018 dalam perannya sebagai Revenue Collector ditingkat kantor vertikal DJBC telah berhasil menghimpun penerimaan sebesar Rp 18.48 trilliun atau 103.01 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 17.94 trilliun.

Hal ini mengakibatkan pertumbuhan penerimaan sebesar 8.86 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penerimaan Kantor Bea Cukai Kediri ini adalah 8,9 persen dari total penerimaan bea cukai dalam skala Nasional yang berasal dari sektor bea masuk (BM) sebesar Rp 8.85 milliar atau 121.24 persen dari target Rp 7.3 milliar dan cukai sebesar Rp 18.47 trilliun atau 103 persen dari target Rp 17.93 trilliun, Hal itu diungkapkan Adiek Marga Rahardja menjabat Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi, saat ditemui awak media dikantor bea dan cukai Kediri, Senin (18/2/2019) siang.

Lebih lanjut Adiek dari Sektor cukai terdiri ada tiga pos penerimaan yaitu Cukai Hasil tembakau (HT) sebesar Rp.18.46 trilliun atau 103.34 persen dari target Rp 17,81 trilliun, Etil Alkohol (EA) sebesar Rp. 4.1 milliar atau 66.32 persen dari target Rp.6,18 milliar, dan hasil cukai lainnya sebesar Rp 577,67 Juta.

"Di tahun 2019, Direktorat Jenderal Bea Cukai dibebani target penerimaan sebesar Rp 208.8 trilliun atau 107.18 persen dari target penerimaan tahun 2018. Sebesar 194,10 trilliun dengan target panerimaan cukai sebesar Rp. 165,5 trilliun atau 103.82 persen dari target penerimaan cukai tahun 2018 sebesar Rp.159.4 trilliun," tandasnya.

Menurut Adiek menegaskan hal tersebut merupakan tantangan bagi DJBC, seiring dengan target penerimaan tahun 2019 yang tidak diimbangi dengan kenaikan tarif cukai. Hal ini akan menjadl tantangan tersendiri bagi institusi Bea Cukai secara umum dan Bea Cukai Kediri secara khusus untuk mencapainya.

"Dibidang pengawasan selama 2018. Bea Cukai Kediri berhasal melakukan 62 penindakan dengan potensi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp. 197.472.564. Penindakan ini berasal dari operasi pasar dan penanganan barang kiriman di Kantor Pos Lalu Bea Kediri, "ungkapnya.

Selain itu, Lanjut Adiek bahwa Peran Bea dan Cukal Kediri dalam pemberian fasilitas perdagangan dan Industri (Trade Facilitator), melindungi industri dalam negeri dari persaingan tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri (Industrial Assistance) serta melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya. (Community Protector) tak terlepas dari strategi yang dijalankan dengan menerapkan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang mencakup lntegritas. profesionalitas, sinergi, pelayanan dan kesempurnaan.

"Bea dan Cukai Kediri telah berhasil membangun dan membina sinergitas serta koordinasi dengan berbagai komuntas diantaranya Komunitas Keuangan yang terdiri dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Kediri, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Kediri, Kantor Pelayanan Perbendaraan Negara Kediri untuk mengawal realisasi APBN baik dari sisi penerimaan maupun pembiayaan, menggali potensi penerimaan dengan melakukan Forum Group Diskusi (FGD) dan bersama Perwakilan Bank Indonesia di Kediri, untuk menggali dan memprovokasi potensi daerah dari usaha kecil dan menengah yang berorientasi ekspor di wilayah eks Karesidenan Kediri yang meliputi Kota/Kabupaten Kediri, Blitar, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Nganjuk. Stakeholder yang terdiri dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombong dan Nganjuk dan Kantor Pas, dalam kegiatan sosialisasi, pemberantasan barang dan cukai ilegal serta mencari dan menggali serta memprovokasi tumbuh kembangnya usaha kecil dan menengah supaya berorientasi pada ekspor, "urainya. 

Menurut Adiek bahwa KPPBC di Wilayah Kerja Kantor Wilayah Jawa Timur II, melakukan kegiatan pengawasan dan pemberantasan barang kena cukai, Forum Group Diskusi (FGD) untuk menggali potensi dan memaksimalkan penerimaan serta sosialisasi bersama Kantor Pos Lalu Bea Kediri untuk memberikan edukasi kepada calon Pekerja Migran lndonesia (PMI) sebetan dari Pahlawan Devisa yang akan berangkat keluar negeri dan para pengguna jasa barang kiriman pos yang menjadi wilayah kerja Kantor Pos Lalu Bea Kediri, serta barang penumpang dari luar negeri. 

"Hal itu untuk menjaga keharmonisan hubungan kinerja antara pengguna jasa dengan DJBC secara transparan, Kantor Pusat DJBC, dalam hal ini Direktorat Kepatuhan lnternal telah melakukan survey kepuasan pengguna jasa 2018 secara on line, sehingga akan diperoleh hasil yang diharapkan oleh kedua belah pihak (transparansi). Hasil survey kepuasan pengguna jasa tahun 2018 lndeks Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Kediri meraih 4,96 untuk skala 5. Hasil ini memang lebih rendah dari capaian di 2017 tetapi ini merupakan hasil penilaian yang lebih obyektif, " jelasnya. 

Lanjut Adiek Untuk menjawab tantangan di tahun 2019 yang semakin menantang dan berat, Bea Cukai Kediri mempunyai beberapa program kerja dalam peningkatan pelayanan dan pengawasan yakni, Optimalisasi kualitas pelayanan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, Mengoptimalkan Penerimaan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala dengan Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau dalam rangka merealisasikan target yang ditetapkan, Membangun kemitraan yang konstruktif dengan pengguna jasa kepabeanan dan cukai (Customs and Excise Clinic) untuk memitigasi kendala-kendala dalam meningkatkan produktivitas perusahaan dan pengembangan industri. 

Lanjut Adiek Selian itu juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait barang kiriman melalui tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kantor Pos Lalu Bea), mengoptimalkan sinergi antara Pemerintah Daerah, Komunitas Keuangan dan Pengusaha dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat melalui bimbingan teknis kepabeanan.

"Meningkatkan kegiatan intelijen dan penindakan terhadap barang ilegal serta mendorong masyarakat untuk ikut serta mendukung pemberantasan peredaran barang ilegal. Meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya dalam rangka pengawasan peredaran barang ilegal guna menciptakan iklim usaha yang sehat. Optimalisasi pemanfaatan anggaran untuk menunjang kelancaran kegiatan pelayanan dan pengawasan, "pungkasnya.(prijo) 

  • Whatsapp

Index Berita