KH Sulthon, Guru Madarasah Spesialis Merawat Anak Usia Dini

indonesiasatu, 24 Nov 2018, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG – KH M Sulthon Abdul Hadi merupakan contoh sosok kepala madrasah yang sabar dan istiqomah dalam membimbing siswa-siswinya. Senakal apapun sang murid, ia masih mendoakan yang terbaik buat anak didiknya. Sifat inilah, yang terus melekat pada ingatan orang disekitarnya.

Kiai Sulthon tercatat pernah menjadi kepala Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum pada tahun tahun 1999, menggantikan KH Abdul Jalil yang meninggal dunia setahun sebelumnya, jabatan tersebut berlangsung hingga tahun 2010. Dan digantikan KH Abdul Nastir Fattah hingga sekarang, sedangkan Kiai Sulthon kembali menjadi guru biasa.

“Kiai Sulthon itu sosok yang alim, dan istiqomah dalam mendidik siswa-siswinya. Hal ini diakui banyak orang. Selain itu, kitab-kitab yang diajarkannya merupakan kitab besar seperti Fathul Wahab di Muallimin Muallimat Atas Bahrul Ulum. Bahkan hingga sebelum sakit, kiai masih ngajar,” jelas Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Wafiyul Ahdi, Jumat (23/11).

Kiai Sulthon lahir di Desa Bangsri, Jepara pada tahun 1951 lalu. Ia termasuk sosok yang supel, cerdas, alim dan humoris. Kemahirannya dalam menguasai bahasa asing (Arab-Inggris) dan kitab kuning merupakan kelebihan tersendiri yang melekat padanya. Karena jarang sekali ada santri pesantren salaf yang bisa berbahasa Inggris.

“Kiai Sulthon pernah menemukan surat berbahasa Inggris yang dikirim kan seseorang kepada keponakan perempuannya. Mungkin tujuannya agar tidak ada tahu. Tapi salah dugaan, akhirnya sang pria malu sendiri,” bebernya
Pendidikan terakhirnya di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen, Pati, Jawa tengah  dibawah bimbingan KH. Sahal Mahfudh.

Pada tahun 1975 saat usia 24 tahun, Kiai Sulthon mengabdikan diri di Madrasah Muallimin Muallimat Atas (MMA). Dan fokus pada materi Fiqh dan Ushul Fiqh.
Kiai sosok kepala madrasah dan guru yang sederhana, ini tampak saat bepergian sering menyopiri sendiri kendaraanya. Namun dibalik itu semua, Kiai Sulthon merupakan pribadi yang tekun belajar. Biasanya setiap pukul satu malam bangun untuk belajar dan lanjut solat tahajud serta mendoakan santrinya.

”Diluar aktifitasnya sebagai pengajar dan pendidik, Kiai Sulthon juga seorang organisatoris dan muballigh ulung, dalam menyampaikan pesan selalu runtut dan sistematis dan tak jarang sisipan humor mewarnai setiap kali naik panggung. Ceramahnya tidak panjang tapi padat,” beber Kiai Wafi.

Ketekunan Kiai Sulthon dalam mengajar dan mendidik menjadikannya mendapat amanah yang lebih besar. Pada tahun 1980, diminta oleh beberapa walimurid untuk membina dan mengasuh santri-santri usia dini di kediamannya. Dan baru setahun kemudian ia mendirikan asrama Al-hikmah Bahrul Ulum. Setelah mendapat restu dari mertuanya KH Abdul Fattah Hasyim.

“Kesibukan beliau tentu bertambah, namun demikan aktifitas mengajar tetap menjadi konsentrasi beliau. Di rumahnya banyak santri yang masih kanak-kanak, spesialisnya disana. Beda sama asrama yang lain. Pada tahun 1992-1997, ia terpilih menjadi Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Terpilih kembali hingga tahun 2005,” papar Kiai Wafi.

Sifat kecintaan pada generasi muda ternyata bukan hanya di madrasah saja. Hal ini juga terlihat saat kembali kekeluarga. Pernyataan ini disampaikan oleh sang istri bernama Masruroh. Dikatakannya, selama menikah ia tak pernah melihat sang suami kasar pada sang anak.

“Selalu saya ingat, selama menikah tidak pernah melihat suami saya kasar pada anak. Tapi tanpa dikasari saja anak-anak sudah manut sama abahnya. Sekali perintah langsung dikerjakan. Sabarnya sangat luar biasa,” tambahnya.

Kiai Sulthon wafat pada tanggal 22 Oktober 2018 di Malang dan meninggalkan seorang istri dan empat anak. Ia meninggal setelah mengalami kompilasi berbagai penyakit. Ia dimakamkan disamping mertuanya KH Abdul Fattah Hasyim.

Repoter : Syarif Abdurrahman

Editor : Muhammad Choirurrojikin

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu