Sejumlah Kepala Sekolah dan Pengawas Dilatih Manajemen

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Sebanyak 24 orang terdiri atas kepala sekolah dan pengawas sekolah di Kabupaten Batang Hari, Jambi ikut Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Program yang diinisiasi oleh Tanoto Foundation melalui program PINTAR tersebut menyasar sekolah dasar (SD) dan SMP, baik negeri, swasta maupun madrasah yang ada di Kabupaten Batang Hari.

Kabupaten Batang Hari merupakan salah satu dari tiga kabupaten di Jambi yang menjadi mitra Tanoto Foundation. Mulai tahun 2018 guru, kepala sekolah, pengawas di wilayah tersebut dilatih berbagai pelatihan yang terangkum dalam program PINTAR atau singkatan dari Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari menyambut baik pelatihan ini, harapan besar akan terwujudnya perubahan dimulai dari kepala sekolah.

“Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari, saya ucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation atas kepercayaan memilih Batang Hari menjadi satu dari tiga mitra program PINTAR di Propinsi Jambi,” ungkap Yaakin, Kepala Bidang Guru dan Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari di sela sambutan pembukaan, Kamis,(18/10/18).

Berkaitan dengan pelatihan MBS, peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan pengawas ini diajak untuk menyusun program sekolah, mulai dari pembelajaran, budaya baca sampai pada tahap menyebarkan praktik baik.

“Selain pelatihannya aktif dan menyenengkan, materinya juga bagus, banyak hal baru yang saya pelajari, misal bagaimana menggali potensi peran serta masyarakat” ujar Suparni, kepala SDN 13/1 Muara Bulian.

Medi Yusva, Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi dalam sambutannya menyebut pelatihan ini dimaksudkan agar kepala sekolah dan pengawas mengerti dapur sekolah, “pelatihan ini mendorong agar satuan pendidikan sekolah, bisa dikelola dengan baik oleh kepala sekolah, misal mendorong program budaya baca melalui kebijakan pembelian buku melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ” ujarnya.

“Kepala sekolah mengerti urusan dapur rumah tangga melalui perencanaan yang baik, partisipatif dengan guru dan masyarakat, sehingga perubahan sekolah secara menyeluruh bisa diwujudkan” tambah Medi. (Syaiful Bahri)

  • Whatsapp

Index Berita